Bersyukur adalah amalan penting untuk menjaga kebahagiaan agar tetap langgeng. Hati yang bersyukur akan merasa cukup dan tidak mudah gelisah.
6. Tawakal dan Menyerahkan Hasil kepada Allah
Nabi Ayyub mengajarkan bahwa manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, sementara hasil sepenuhnya berada di tangan Allah SWT.
Ketika seseorang benar-benar bertawakal, ia tidak akan terbebani oleh ketakutan berlebihan terhadap masa depan.
Tawakal melahirkan rasa aman dalam jiwa. Kebahagiaan bukan lagi bergantung pada keadaan, melainkan pada keyakinan bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya yang sabar.
Doa beliau bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cerminan iman yang kokoh. Dengan mengamalkan doa dan sikap hidup Nabi Ayyub, kamu belajar bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kesabaran, syukur, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT.















