“Sebaliknya, komoditas seperti biaya sekolah menengah atas, cabai merah, jengkol, bensin, kentang, bawang putih, hingga tarif rumah sakit memberikan andil deflasi secara tahunan,” katanya.
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat deflasi month-to-month (m-to-m) pada Januari 2026 sebesar 0,75 persen, yang sama dengan deflasi year-to-date (y-to-d) Januari 2026.
Reni menjelaskan, deflasi m-to-m terutama disumbang oleh penurunan harga cabai merah sebesar 0,76 persen, daging ayam ras 0,14 persen, dan bawang merah 0,07 persen.
“Sementara komoditas yang masih memberikan andil inflasi m-to-m antara lain emas perhiasan, tomat, sepeda motor, terong, serta tarif gunting rambut pria,” tutup Reni.
















