“Kenaikan juga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,61 persen, transportasi 0,87 persen, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,95 persen,” jelasnya.
Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks harga, di antaranya pendidikan yang turun cukup dalam sebesar 9,55 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen.
Untuk komoditas penyumbang inflasi y-on-y, Reni mengungkapkan tarif listrik menjadi faktor dominan, diikuti emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM), daging ayam ras, santan segar, ikan dencis, sepeda motor, beras, ikan tongkol, dan sewa rumah.
















