Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan dencis, santan segar, sepeda motor, ikan tongkol, tomat, dan beras.
Sebaliknya, komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain sekolah menengah atas, cabai merah, bensin, cabai rawit, kentang, bawang putih, tarif rumah sakit, daun singkong, cabai hijau, dan kangkung.
Untuk inflasi month-to-month (m-to-m), pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,66 persen.
“Secara bulanan, inflasi Februari didorong oleh kenaikan harga cabai merah, daging ayam ras, emas perhiasan, ikan dencis, ayam hidup hingga tomat. Sedangkan komoditas seperti bensin, telur ayam ras dan bawang merah justru menahan laju inflasi,” tambah Win Rizal.
















