Menurut Intihan, langkah penundaan diambil karena situasi keamanan di wilayah tersebut belum sepenuhnya stabil dan masih berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan maupun jemaah.
“Karena sifatnya nasional, maka jemaah umrah asal Bengkulu juga diimbau menunda keberangkatan sampai kondisi dinilai aman,” ujar Intihan, Selasa (3/3/2026).
Ia menambahkan bahwa keselamatan dan keamanan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah. Penundaan ini merupakan langkah preventif untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Penundaan berlaku sampai waktu yang belum ditentukan, sembari menunggu perkembangan situasi di wilayah Timur Tengah,” tambahnya.
















