Tidur Tidak Termasuk Pembatal Puasa
Secara fikih, tidur tidak termasuk dalam hal-hal yang membatalkan puasa.
Selama seseorang tidak melakukan perkara yang membatalkan puasa seperti makan, minum, muntah dengan sengaja, atau berhubungan suami istri di siang hari, maka puasanya tetap sah.
Tidur adalah aktivitas alami manusia dan tidak menghilangkan status puasa seseorang.
Puasa Tetap Sah Selama Niat Sudah Dilakukan
Puasa Ramadan sah apabila diawali dengan niat pada malam hari. Jika seseorang sudah berniat puasa dan kemudian lebih banyak tidur di siang hari, puasanya tetap sah secara hukum.
Namun, sahnya puasa tidak selalu sebanding dengan kesempurnaan pahala yang diperoleh.
















