Jika seseorang marah tanpa sengaja karena refleks, puasanya tetap sah. Namun ia dianjurkan segera beristighfar dan menenangkan diri.
Berbeda halnya jika kemarahan itu sengaja dipelihara, disertai hinaan atau kekerasan, maka meski puasa tidak batal secara hukum, pahala puasanya bisa berkurang drastis.
Ramadan adalah momentum memperbaiki diri. Menahan marah termasuk bagian penting dari ibadah ini.
Rasulullah SAW bahkan pernah ditanya tentang amalan terbaik, dan beliau menjawab singkat, “Jangan marah.”
Jawaban ini diulang beberapa kali, menunjukkan betapa besar dampak buruk kemarahan yang tidak terkendali.
















