Hikma menjelaskan, kenaikan harga pangan menjelang Nataru merupakan fenomena tahunan yang dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat serta faktor distribusi dan pasokan, termasuk kondisi cuaca.
“Beberapa komoditas memang mengalami kenaikan, terutama cabai dan bawang merah, akibat tingginya permintaan menjelang Nataru,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, DKP Bengkulu Selatan menyiapkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Melalui program ini, pemerintah daerah akan menyediakan berbagai kebutuhan pangan strategis dengan harga lebih terjangkau.
















