Suatu hari, Abu Jahal sedang menyakiti dan mencaci-maki Rasulullah. Hanya saja nabi tidak membalas perbuatannya.
Disisi lain, diketahui Hamzah bin Abdul Muthalib tengah bersiap untuk berburu. Lalu diperjalanan bertemulah ia dengan mantan budak Abdullah bin Jud’an at-Taimi. Perempuan itu berkata:
“Hai Abu Umarah (panggilan Hamzah), kalau saja Tuan tadi menyaksikan apa yang dialami keponakanmu Muhammad, yang menderita dari perbuatan Abul Hakam (julukan Abu Jahal oleh orang Quraisy). Dia tadi menyakiti keponakanmu itu, mencaci-makinya, dan mencelanya habis-habisan. Sampai dia pergi, Muhammad tidak berkata apapun.”
















