Ghibah diibaratkan dalam Al-Qur’an seperti memakan bangkai saudara sendiri, sebuah gambaran yang sangat keras.
Saat berpuasa, lisan seharusnya lebih terjaga. Jika tidak, pahala yang dikumpulkan sepanjang hari bisa terkikis hanya karena percakapan yang tidak bermanfaat.
3. Marah Berlebihan dan Berkata Kasar
Emosi yang tidak terkendali juga dapat mengurangi pahala puasa. Rasulullah SAW mengajarkan agar ketika ada orang yang mengajak bertengkar, seorang yang berpuasa cukup mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”
Ini menunjukkan bahwa puasa adalah latihan pengendalian diri. Jika seseorang tetap meluapkan amarah dengan cacian atau makian, maka tujuan puasa untuk membentuk ketakwaan menjadi tidak tercapai.
















