“Petani kita harus naik kelas, dari petani berdaki menjadi petani berdasi. Pemerintah hadir untuk memastikan pendampingan dilakukan secara tuntas dan petani mendapatkan harga terbaik,” tegas Helmi Hasan.
Program Kopi Merah Putih pada tahap awal dilaksanakan di lahan seluas 20 hektare. Program ini merupakan hasil kerja selama satu tahun yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pendampingan dari Prof. Eggy Mahardika, serta berangkat dari aspirasi petani kopi di Provinsi Bengkulu yang selama ini menghadapi persoalan ketidakstabilan harga kopi, meskipun produksi relatif baik.
“Keberhasilan program ini membutuhkan kesungguhan para petani dalam mengelola kebun kopi. Pemerintah, akan terus mendampingi petani mulai dari proses penanaman, pengolahan, hingga pemasaran hasil produksi,” terangnya
















