“Selain penegakan aturan jam operasional, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memutus potensi penularan HIV dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, dua pengunjung menunjukkan hasil reaktif HIV. Petugas kesehatan selanjutnya memberikan edukasi serta mengarahkan yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Dalam kegiatan yang sama, aparat juga mengamankan sejumlah minuman keras dan tiga unit sepeda motor yang diduga akan digunakan untuk balap liar.
Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan patroli dan skrining kesehatan akan terus dilakukan secara berkala, terutama selama Ramadan, guna menciptakan suasana kota yang aman, tertib, dan sehat.
















