Mengatur perdagangan dan populasi unta
Sistem paspor ini sekaligus membentuk basis data populasi unta berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, ras, dan warna. Data terperinci ini membantu pemerintah menyusun kebijakan peternakan, mengatur persebaran ternak antardaerah, serta meningkatkan mutu pembiakan melalui kajian genetika dan pengembangan ras lokal unggulan.
Mengutip Intellinews, laporan pemerintah tahun 2024 memperkirakan populasi unta di Arab Saudi mencapai sekitar 2,2 juta ekor, menjadikannya salah satu negara dengan jumlah unta terbesar di dunia.
Perkiraan tidak resmi menyebutkan ada sekitar 80 ribu pemilik unta di seluruh wilayah kerajaan. Nilai ekonomi sektor ini ditaksir mencapai 13 miliar dolar AS per tahun atau setara Rp218 triliun.
















