“Saya ditawari oleh oknum Dikbud itu (transaksional), tapi saya tegas menolak. Alhasil, saat mutasi dilakukan, saya tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah,” ungkapnya kepada BETVNEWS, Senin (2/3).
Ia meyakini bahwa praktik ini tidak hanya menyasar dirinya, melainkan banyak rekan sejawat lainnya. “Miris sekali, pendidikan di Seluma susah maju jika oknum-oknum seperti ini masih dipertahankan,” tambahnya.
Selain dugaan jual beli jabatan, narasumber juga menyoroti carut-marutnya penempatan guru pasca-mutasi. Menurutnya, analisis penempatan jabatan sangat lemah sehingga mengakibatkan penumpukan guru di satu sekolah tertentu.
















