“Selama Ramadan nanti, jam belajar siswa kita kurangi sepuluh menit untuk setiap mata pelajaran,” ujar Denny, Senin.
Penyesuaian waktu ini dilakukan secara merata di seluruh satuan pendidikan di bawah otoritas Pemerintah Kota Bengkulu.
Perubahan tersebut memberikan dampak pada waktu pulang siswa yang menjadi lebih awal dibandingkan hari-hari biasanya.
Denny merinci perbandingan waktu belajar yang akan diterapkan selama bulan puasa bagi kedua jenjang pendidikan tersebut.
“Untuk SMP dari 45 menit menjadi 35 menit, sedangkan SD dari 35 menit menjadi 25 menit per mata pelajaran,” jelasnya.
Meskipun jam sekolah menjadi lebih pendek, Disdikbud menjamin esensi dari kurikulum yang diajarkan tetap tersampaikan dengan baik. Kebijakan ini murni bersifat adaptif untuk menjaga kondisi fisik para pelajar sekaligus memberi mereka kesempatan lebih luas untuk mendalami nilai-nilai religius selama Ramadan.
















