Kisah ini bermula dari perjalanan dakwah Nabi Yunus AS yang ingin mencoba meyakinkan masyarakat Niniwe, Mosul, Irak untuk kembali ke jalan Allah.
Sebab, kaum tersebut masih melakukan aktivitas musyrik yaitu penyembahan berhala. Puluhan tahun lamanya Nabi Yunus AS berjuang, namun tetap tidak membuahkan hasil.
Nabi Yunus AS kemudian marah dan berniat meninggalkan negeri itu. Namun, setelah kepergiannya, ternyata orang-orang Niniwe bertaubat. Singkat cerita, Nabi Yunus AS menaiki kapal untuk meninggalkan Niniwe. Kapal yang ditumpanginya dipenuhi kargo dan penumpang.
Dalam perjalanan, kapal menghadapi badai. Karena kelebihan muatan, kapten kapal memutuskan untuk membuang salah satu penumpang untuk meringankan beban kapal.
















