Sektor pertambangan dan lainnya juga mengalami peningkatan tajam sebesar 137,84 persen, didorong oleh naiknya ekspor bahan bakar mineral (batubara).
Sebaliknya, ekspor di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan justru mengalami penurunan sebesar 42,15 persen, yang terutama disebabkan turunnya ekspor binatang hidup (serangga).
Dari sisi negara tujuan, India, Philipina, dan Thailand masih menjadi tiga besar negara tujuan ekspor Provinsi Bengkulu sepanjang Januari–Desember 2025. Ketiga negara tersebut menyumbang 55,14 persen dari total ekspor Bengkulu.
“India tetap menjadi pasar ekspor utama Bengkulu dengan nilai US$29,21 juta atau sekitar 27,90 persen dari total ekspor. Selanjutnya Philipina sebesar US$15,82 juta dan Thailand sebesar US$12,69 juta,” tutup Reni.
















