Ia mendorong agar proses pemutakhiran data dilakukan dengan pendekatan aktif. Saat ini, Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik sedang melakukan verifikasi lapangan. Tahap pertama difokuskan pada 106.153 pasien penyakit katastropik dan kronis dengan target selesai 14 Maret 2026, sedangkan tahap kedua menyasar jutaan peserta lain setelah Lebaran.
“Verifikasi lapangan adalah langkah positif, tetapi bagi pasien yang harus menjalani cuci darah dua kali seminggu, menunggu proses administrasi bukan pilihan. Jika layanan terhenti, risikonya sangat fatal,” ujarnya.
Sebagai solusi, Derta meminta pemerintah dan BPJS Kesehatan memastikan PBI JKN tetap aktif bagi pasien dengan penyakit kronis seperti gagal ginjal, jantung, kanker, serta kasus gawat darurat.
















