Bagi para penerima manfaat, program ini membawa kebahagiaan tersendiri. Selama ini, sebagian warga terpaksa menyalur listrik dari rumah tetangga karena keterbatasan biaya untuk pemasangan baru.
“Senang sekali, sudah dua tahun terakhir belum bisa punya listrik sendiri karena terkendala biaya,” ujar Susti Susanti, salah seorang penerima bantuan.
Meski demikian, warga juga menyampaikan keluhan terkait biaya pemakaian listrik setelah terpasang sambungan baru dengan daya 900 watt. Mereka mengaku sebelumnya mendapat informasi akan memperoleh subsidi, namun hingga kini belum terealisasi.
Akibatnya, tagihan listrik per bulan berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan saat masih menyalur listrik dari tetangga, yang hanya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu per bulan.
















