Dalam sebuah hadits yang sangat terkenal, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi dasar utama bahwa niat adalah penentu sahnya suatu ibadah.
Dalam konteks puasa Ramadan, mazhab Syafi’i mewajibkan niat dilakukan pada setiap malam untuk setiap hari puasa.
Waktu Niat Puasa Menurut Mazhab Syafi’i
Menurut mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadan harus dilakukan pada malam hari, yakni sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar (waktu Subuh).
Jika seseorang lupa berniat hingga fajar terbit, maka puasanya pada hari itu tidak sah dan wajib diganti di hari lain.
















