Dalam operasi kali ini, BKSDA memprioritaskan tiga lokasi yang dinilai paling rentan terhadap gangguan manusia. Ketiga titik tersebut mencakup Taman Wisata Alam (TWA) Pasar Ngalam, area Pasar Seluma, hingga kawasan TWA Pasar Talo.
Papan peringatan tersebut memuat larangan keras terkait penebangan liar, pembukaan lahan secara ilegal, hingga aktivitas perambahan yang berpotensi melumpuhkan ekosistem pesisir. Mariska menekankan bahwa menjaga vegetasi pantai, seperti hutan mangrove, merupakan kunci utama dalam memitigasi bencana alam.
“Banyak bencana terjadi karena rusaknya kawasan hutan pesisir pantai. Jika hutan mangrove dan vegetasi pantai rusak, maka masyarakat sendiri yang akan merasakan dampaknya,” jelas Mariska.
















