Saat petugas mendatangi beberapa kontrakan, ditemukan sejumlah perempuan muda berusia sekitar 17 hingga 19 tahun. Dari pendataan awal, mereka mengaku putus sekolah dan masuk ke dunia prostitusi karena pengaruh pergaulan, pernikahan usia dini, serta masalah keluarga.
Selain melakukan penertiban, petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan awal sebagai langkah deteksi dini HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya. Para perempuan yang terjaring operasi akan mendapat pendampingan dan pembinaan lanjutan dari instansi terkait.
Wali Kota Bengkulu, Dedi Wahyudi, yang ikut memantau jalannya operasi, menegaskan bahwa langkah ini bukan semata-mata penindakan, tetapi juga upaya menyelamatkan masa depan generasi muda.
















