Langkah ini dilakukan agar masyarakat, khususnya kelompok yang berisiko, dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan sekaligus mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman Syahrul, mengatakan peningkatan kasus HIV/AIDS di Provinsi Bengkulu, terutama di Kota Bengkulu, dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Menurutnya, salah satu penyebab yang cukup menonjol adalah maraknya pergaulan bebas di kalangan anak muda. Selain itu, penggunaan narkoba juga menjadi faktor yang turut memperbesar risiko penyebaran penyakit tersebut.
“Beberapa faktor yang memicu meningkatnya kasus HIV di Bengkulu di antaranya pergaulan bebas dan penggunaan narkoba yang semakin memprihatinkan,” ujar Yasman.
















