BENGKULU, BETVNEWS – Kepala Win Rizal menjelaskan, penurunan NTP terjadi karena kenaikan harga yang dibayar petani lebih tinggi dibandingkan harga yang diterima petani.
“Pada Februari 2026, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,35 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) meningkat lebih tinggi yaitu 0,55 persen. Kondisi ini menyebabkan NTP mengalami penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Win Rizal.
Ia menambahkan, penurunan NTP pada Februari terutama dipengaruhi oleh melemahnya kinerja pada dua subsektor utama.
“Penurunan NTP terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,80 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,79 persen,” jelasnya.
















