“Menurut standar Bank Dunia, distribusi pengeluaran kelompok 40 persen terbawah di Bengkulu sudah masuk kategori ketimpangan rendah,” kata Win Rizal.
Jika dirinci berdasarkan wilayah, distribusi pengeluaran kelompok 40 persen terbawah di perkotaan sebesar 17,68 persen dan di perdesaan sebesar 23,78 persen. Keduanya juga termasuk dalam kategori ketimpangan rendah.
Win Rizal menambahkan, capaian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan ke depan.
















