BPS juga mencatat penurunan ketimpangan baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Ketimpangan di wilayah perkotaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,411 atau turun 0,013 poin dibandingkan Maret 2025. Sementara itu, ketimpangan di wilayah perdesaan pada Maret 2025 berada di angka 0,267, turun 0,002 poin dibandingkan September 2024.
“Penurunan ketimpangan ini terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan, meskipun tingkat ketimpangan di perkotaan masih relatif lebih tinggi dibandingkan perdesaan,” jelasnya.
Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen penduduk terbawah di Bengkulu tercatat sebesar 21,07 persen. Angka tersebut menempatkan Bengkulu dalam kategori tingkat ketimpangan rendah.
















