“Salah satu yang dibahas adalah budidaya kembali kelapa dalam milik masyarakat. Caranya dengan penanaman ulang serta optimalisasi kebun kelapa yang sudah ada, sehingga Seluma ke depan bisa menjadi daerah penghasil kelapa dalam terbesar,” ujar Teddy Rahman.
Selain kelapa dalam, pertemuan tersebut juga membahas kelanjutan program cetak sawah pada tahun 2026. Program ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan cetak sawah tahun 2025 yang telah terlaksana seluas 50,3 hektare.
“Untuk program cetak sawah 2026, pemerintah pusat menunggu usulan resmi dari pemerintah daerah,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Seluma juga kembali mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung petani dalam mengolah lahan pertanian secara lebih efektif dan efisien.
















