Menurutnya, mayoritas kebun sawit milik petani telah berumur lebih dari 25 tahun sehingga produktivitasnya terus menurun. Melalui program peremajaan ini, diharapkan produksi tandan buah segar dapat kembali meningkat dan memberi dampak langsung terhadap penghasilan petani.
Ia menambahkan, kegiatan peremajaan tidak hanya sebatas mengganti tanaman lama, tetapi juga diarahkan pada penggunaan bibit unggul agar hasil panen ke depan lebih optimal dan berkesinambungan. Dengan demikian, sektor perkebunan sawit rakyat di Bengkulu dapat tumbuh lebih sehat dan berdaya saing.
Meski demikian, pelaksanaan program tersebut masih terkendala proses administratif, khususnya terkait rekomendasi teknis dari pemerintah pusat. Pada tahun 2025, dari total pengajuan peremajaan seluas 1.882 hektare, hanya 779 hektare yang memperoleh persetujuan teknis dari kementerian terkait.















