Ia juga menceritakan bahwa saat kejadian, H-A berada di ruang bagian belakang rumah. Karena panik, anaknya menyarankan agar H-A bersembunyi.
“Awalnya dia di ruang belakang. Ketika rumah digedor, anak saya menyarankan supaya dia disembunyikan di bawah tempat tidur,” tambah Y-R.
Penggerebekan tersebut terjadi pada Jumat dini hari, 20 Februari 2026. Tak lama setelah kejadian, suami Y-R melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian. Laporan tersebut kemudian berkembang menjadi dugaan kasus perzinahan yang menyita perhatian publik.
Harsana menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum agar berjalan secara objektif dan adil.
















