Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin, menyambut positif pembukaan kembali beasiswa tersebut. Menurutnya, program pendidikan ini sangat sesuai dengan kondisi daerah yang memiliki sekitar 28 ribu hektare perkebunan sawit milik masyarakat.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Anak-anak Bengkulu Selatan bisa kuliah tanpa biaya, lalu kembali membangun sektor sawit di daerah sendiri,” ujar Rifai.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin kuota nasional sebanyak 4.000 mahasiswa lebih banyak diisi peserta dari daerah lain. Karena itu, Rifai telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pendataan dan pendampingan bagi calon peserta yang memenuhi syarat.
















