Wa kulu wasyrabu hatta yatabayyana lakumul khaitul abyadu minal khaitil aswadi minal fajr
“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.”
Ayat ini menjelaskan batas waktu sahur hingga terbit fajar serta kebolehan makan, minum, dan hubungan suami istri pada malam hari Ramadan.
Ayat ini juga menegaskan larangan melakukan hal-hal tersebut setelah masuk waktu puasa hingga matahari terbenam.
5. Tujuan Puasa Meraih Takwa
Jika dirangkum, seluruh ayat tentang puasa Ramadan mengarah pada satu tujuan utama, yaitu membentuk pribadi yang bertakwa.
Takwa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga lisan dari dusta, mata dari hal haram, hati dari iri, dan dengki
















