Menurut Helmi, persoalan utama yang selama ini terjadi bukan pada kuota, melainkan pada keterbatasan jumlah SPBU, khususnya di Kota Bengkulu. Ia mengatakan, kondisi ini menyebabkan distribusi belum optimal dan memicu antrean di sejumlah titik.
“Masalah kita ternyata bukan kuota, tetapi jumlah SPBU yang masih kurang. Kuota sudah cukup, tetapi SPBU belum mencukupi untuk menampung dan menyalurkan secara maksimal,” jelasnya.
Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan segera mengambil langkah strategis dengan mendorong penambahan SPBU. Pemprov Bengkulu berkomitmen memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat.
















