Sebagaimana seruan lafal-lafal azan itu seperti saat ini, lalu mimpi tersebut dikabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ternyata tidak hanya Abdullah bin Zaid, Umar bin Khattab juga bermimpi tentang sesuatu hal yang serupa saat mendengar kabar itu. Umar berkata, “Demi Allah Ta’ala yang mengutusmu dengan Hak ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat di dalam mimpi.”
Kemudian, Rasulullah bersabda:
“Segala puji bagimu.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun akhirnya setuju menggunakan lafal-lafal azan itu sebagai penanda waktu salat tiba.
Selanjutnya beliau mempercayakan kepada Bilal bin Rabah untuk menjadi muazin dikarenakan suara Bilal yang lantang juga merdu dianggap sesuai. Bagi siapapun yang mendengarkannya akan bergetar.
















