Berikut saran yang diajukan oleh sahabat nabi, sebagai penanda waktu salat tiba:
- Mengibarkan bendera
- Menyalakan api di atas bukit
- Meniupkan terompet
- Hingga membunyikan lonceng
Namun, beberapa saran ini ternyata ditolak lantaran dianggap kurang cocok oleh Rasulullah saw, untuk dijadikan panggilan atau seruan salat.
Seperti halnya meniupkan terompet dan membunyikan lonceng tersebut, dianggap mengikuti kaum kafir pada zaman itu.
Menanggapi situasi tersebut, datanglah seorang sahabat Rasulullah, Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu seseorang agar dapat mengumandangkan azan.
















