Yevri menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara Dinas Kesehatan, DP3AKB, dan Bappeda Litbang dalam menyusun program terpadu untuk menyelesaikan persoalan stunting secara menyeluruh.
Menurutnya, karena tahun 2026 baru memasuki minggu kelima, ketiga OPD tersebut diharapkan segera menyusun Rencana Kerja (Renja) yang jelas dan terarah, serta melakukan diskusi bersama terkait langkah-langkah strategis yang harus dilakukan.
“Kita harapkan ketiga OPD ini benar-benar berkolaborasi, menyusun Renja, dan berdiskusi bersama agar tahu apa yang harus dilakukan. Dengan begitu, kinerja bisa maksimal dengan harapan Bengkulu Selatan menuju zero stunting,” pungkas Yevri.
















