“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), serta Bappeda Litbang yang telah bekerja maksimal sehingga persentase penurunan stunting bisa tercapai,” ujar Yevri.
Ia menegaskan, pada tahun 2026 upaya penurunan stunting akan terus dilanjutkan dan diharapkan tidak mengalami stagnasi. Bahkan, TPPS menargetkan Bengkulu Selatan dapat menuju zero stunting pada tahun 2027.
“Program penurunan stunting tidak boleh stagnan. Tiga OPD ini harus benar-benar memberikan perhatian kepada masyarakat yang sudah terlihat gejala atau indikasinya, agar stunting bisa dicegah sejak dini,” tegasnya.
















