Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) sekaligus Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Iswandi Imran, menyoroti adanya perbedaan mencolok antara peta tahun 2017 dan 2024. Menurutnya, pembaruan data tersebut menunjukkan peningkatan potensi bahaya gempa di sejumlah wilayah Indonesia.
“Jika dibandingkan dengan peta 2017, kontur pada peta 2024 terlihat lebih rapat. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan ancaman gempa di beberapa daerah di Indonesia,” ujarnya dalam kegiatan Sosialisasi Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Terbaru untuk Ketahanan Infrastruktur beberapa waktu lalu.
















