Ia menjelaskan, luas lahan yang tersedia mencapai lebih dari setengah hektare dan dinilai cukup representatif untuk dikembangkan sebagai kawasan hunian terpadu. Selain menyediakan rumah layak huni, konsep kampung nelayan juga dirancang untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, seperti pengolahan hasil tangkapan dan akses menuju sarana perikanan.
Menurut Teddy, program kampung nelayan diharapkan tidak hanya menjawab persoalan kebutuhan hunian, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan melalui penataan lingkungan yang lebih tertib, sehat, dan produktif.
Pemerintah daerah berharap pemerintah pusat dapat merespons positif usulan tersebut, mengingat kebutuhan hunian layak bagi nelayan dan masyarakat berpenghasilan rendah di Bengkulu Selatan masih cukup tinggi.
















