Selanjutnya, cahaya seperti cahaya bulan keluar dari mulut Abdullah bin Rawahah, lalu muncul cahaya seperti cahaya matahari yang keluar dari mulut Zaid bin Haritsah.
Keempat cahaya ini menerangi kaum muslimin dan membuat kegelapan malam seperti masih siang. Namun, musuh-musuh umat Islam masih melihat seolah-olah mereka masih dalam kegelapan.
Panglima perang, Zaid bin Haritsah, kemudian memimpin pasukan muslimin ke wilayah musuh. Pasukan Muslim berhasil mengepung, membunuh beberapa dari mereka, hingga berhasil membawa mereka sebagai tawanan. Kemudian mereka bisa memasuki jantung kota dan mengumpulkan ghanimah perang.
















