Kemudian, pasukan musuh di dalam kota menutup gerbang, sementara pasukan muslimin menunggu di luar gerbang. Saat malam datang, mereka tiba-tiba membuka gerbang sementara pasukan muslimin sedang tertidur lelap.
Namun, kecuali Zaid bin Haritsah, Qatadah bin Nu’man, Abdullah bin Rawahah, dan Qois bin Ashim yang sibuk melaksanakan salat malam dan mengaji Al-Quran di empat penjuru perkemahan.
Dalam kegelapan total itu, musuh menyerang kaum muslimin dan menghujani mereka dengan panah, sehingga mereka tidak bisa melarikan diri karena kegelapan malam.
Di tengah kekacauan itu, kaum Muslimin tiba-tiba melihat cahaya yang datang dari pembaca Quran. Mereka melihat cahaya seperti api keluar dari mulut Qais bin Asim, serta cahaya layaknya bintang kejora keluar dari mulut Qatadah bin Nu’man.
















