BENGKULU, BEKENTV – Fenomena hilangnya alat pengukur debit air atau water meter tengah menghantui warga Kota Bengkulu.
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Hidayah melaporkan grafik pencurian aset tersebut melonjak tajam sejak tahun lalu hingga memasuki awal 2026.
Data resmi menunjukkan, sebanyak 196 kasus kehilangan telah dilaporkan oleh pelanggan sepanjang tahun 2025.
Kepala Bidang Satuan Pengawasan Internal (SPI) PDAM Tirta Hidayah Kota Bengkulu, Rodi Hartono, menyebutkan bahwa aksi kriminalitas ini tidak menunjukkan tanda-tanda mereda di tahun baru.
“Sejak awal Januari 2026, kami sudah menerima 56 laporan kehilangan water meter yang tersebar di sembilan kecamatan di Kota Bengkulu,” ujar Rodi Hartono.
















