Pasalnya, sejak awal Januari 2026, tercatat sudah ada delapan korban meninggal dunia akibat laka lantas di wilayah tersebut.
Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, mendesak BPJN Satker Bengkulu untuk segera mengambil langkah konkret melakukan perbaikan sebelum arus mudik Lebaran dimulai.
“Kami mengumpulkan lima pilar untuk mengevaluasi situasi dan kondisi jalan nasional di Seluma. Perlu ada langkah cepat agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegas Kapolres usai rakor.
Merespons desakan tersebut, pihak BPJN Satker Bengkulu menyanggupi untuk melakukan percepatan perbaikan. Mereka menargetkan proses penambalan dan pengaspalan jalan berlubang akan rampung seluruhnya pada H-10 sebelum Lebaran.
















