Menurut Nusadian, keberadaan jembatan sangat penting dalam mendukung mobilitas hasil pertanian dan perkebunan warga. Tanpa jembatan tersebut, masyarakat harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Selali, Indri. Ia mengatakan jembatan sudah sekitar lima tahun tidak bisa dilalui sejak rusak akibat bencana alam.
“Kalau musim panen sawit dan komoditas lain, warga sangat kesulitan. Harapan kami pemerintah segera merealisasikan pembangunan, karena jembatan ini benar-benar kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Indri.
Dengan masuknya usulan rekonstruksi dalam prioritas 2026, masyarakat Desa Selali kini menaruh harapan besar agar pembangunan segera terealisasi, sehingga akses ekonomi dan aktivitas warga dapat kembali normal seperti sediakala.
















