Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan peran penting BAZNAS dalam mendukung program pemerintah daerah di tengah keterbatasan fiskal.
“Penghimpunan zakat dari ASN yang sebelumnya sekitar Rp300 juta per bulan kini meningkat hingga mendekati Rp1 miliar per bulan. Ini capaian yang sangat baik dan harus terus kita dorong,” katanya.
Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menekankan bahwa zakat harus dikelola secara profesional, transparan, dan berdampak langsung terhadap pengentasan kemiskinan.
“Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen strategis untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Kami berharap Bengkulu bisa menjadi contoh nasional dalam pengelolaan zakat yang progresif dan berkelanjutan,” tegasnya.
















