Tidak sedikit koperasi yang hanya aktif pada awal pembentukan, namun kemudian vakum tanpa aktivitas nyata.
Menurut Dwi, koperasi seharusnya menjadi wadah ekonomi yang dinamis dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Potensi sektor pertanian, perdagangan, jasa, hingga usaha mikro di Bengkulu Selatan dinilai masih sangat terbuka untuk dikembangkan melalui sistem koperasi.
“Koperasi itu harus hidup dan bergerak. Kalau dikelola profesional dan transparan, koperasi bisa menjadi solusi ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, pemerintah daerah melakukan pendataan ulang serta evaluasi terhadap koperasi yang tidak aktif.
















