BENGKULU, BEKENTV – Airin Ulfaira Harahap, balita berusia 2 tahun asal Desa Durian Bubur, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, kini kembali harus berjuang melawan penderitaan hebat. Kondisi kesehatannya memburuk akibat kecelakaan fatal yang menimpanya pada Januari 2025 lalu.
Kala itu, Airin tidak sengaja meminum cairan kimia sabun pencuci kendaraan. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan parah serta penyempitan permanen pada saluran tenggorokan dan saluran makannya.
Selama satu setengah tahun terakhir, perjuangan Airin dan keluarganya begitu berat. Ia sempat menjalani perawatan intensif selama 8 bulan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan sempat diizinkan pulang pada September lalu. Namun, kondisi saluran makannya kembali menyempit, sehingga Airin harus kembali dilarikan ke rumah sakit.
Kini, setiap kali mencoba makan atau minum, Airin selalu menangis histeris karena rasa sakit yang menyengat. Dokter menyatakan bahwa tindakan medis lanjutan sangat krusial agar saluran makannya dapat berfungsi kembali dan ia terbebas dari rasa sakit yang menyiksanya setiap hari.
Keluarga Airin berasal dari kalangan kurang mampu. Ibunya, Rosmi Permata Dewi, harus berjuang sendirian menanggung biaya pengobatan di Jakarta dengan penghasilan yang sangat terbatas. Kondisi ini pun dibenarkan oleh Kepala Desa Durian Bubur, yang mengonfirmasi bahwa Airin merupakan warga mereka yang sangat membutuhkan uluran tangan.
Masyarakat, tokoh masyarakat, hingga Pemerintah Kabupaten Seluma diharapkan dapat memberikan perhatian dan bantuan untuk meringankan beban keluarga ini. Bagi dermawan yang ingin membantu biaya kesembuhan Airin, bantuan dapat disalurkan melalui nomor rekening Bank Mandir 1170013065933 atas nama Rosmi Permata Dewi.
Kepala Desa Durian Bubur, Darusman, mengonfirmasi bahwa saat ini Airin masih berada di Jakarta untuk menjalani perawatan.
“Benar itu warga kami. Saat ini Airin masih dirawat di rumah sakit (RSCM Jakarta),” singkatnya saat dikonfirmasi.
















