BENGKULU, BEKENTV – Pasca ricuhnya aksi demonstrasi yang terjadi pada 29 Agustus 2025 lalu, kantor DPRD Provinsi Bengkulu kini dalam status siaga dan meminta keamanan diperketat guna mengantisipasi kejadian atau hal-hal yang tidak diinginkan.
Pengamanan dilingkungan gedung dewan sudah dilakukan sejak Sabtu, 30 Agustus 2025.
Petugas Keamanan Dalam (Pamdal) bersama Satpol PP diketahui ditugaskan menjaga setiap akses masuk untuk mencegah potensi tindakan di luar ketentuan hukum.
Tindakan pengamanan sendiri diambil mengingat kericuhan aksi serupa juga terjadi di berbagai daerah, bahkan berujung perusakan fasilitas umum, seperti pembakaran gedung DPRD Kota Makassar.
“Sejak kemarin kami menambah personel Satpol PP sebanyak 15 orang. Selain itu, ada pula petugas keamanan internal sebanyak 5 orang yang berjaga secara bergantian siang dan malam,” ujar Sekretaris DPRD Provinsi Bengkulu, Mustarani Abidin, Senin 1 September 2025.
Selain memperkuat Pamdal, Polda Bengkulu juga menyiagakan satu unit kendaraan taktis (rantis) di halaman gedung DPRD Provinsi Bengkulu.
“Rantis itu memang disiapkan kepolisian sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal di luar dugaan,” tambah Mustarani.
Pengawasan ketat ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari ke depan.
Untuk diketahui, aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat pada 29 Agustus 2025 lalu berakhir ricuh setelah massa berusaha memaksa masuk ke halaman gedung DPRD Provinsi Bengkulu.
Aparat kepolisian yang berjaga kemudian memukul mundur massa hingga menimbulkan bentrokan. (Ilham)
















