BENGKULU, BEKENTV – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan ke berbagai daerah. Kali ini, kegiatan sosialisasi digelar di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, tepatnya di Gedung Serba Guna Kuto Aur, Desa Tebat Monok.
Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pemenuhan gizi yang tepat bagi anak-anak dan ibu hamil.
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Eko Kurnia Ningsih, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi, serta Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala.
Dalam kesempatannya, anggota Komisi IX DPR RI Eko Kurnia Ningsih menegaskan pentingnya peran seluruh pihak dalam menyukseskan program MBG sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak anak untuk tumbuh sehat.
“Program ini hadir bukan sekadar memberi makan, tetapi memastikan generasi emas Indonesia tumbuh optimal dengan gizi seimbang. Anak-anak dan Ibu hamil harus mendapatkan perhatian serius agar terhindar dari malnutrisi dan stunting,” ujar Eko.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG dilakukan secara sistematis, mulai dari pembangunan dapur higienis, pelatihan juru masak, hingga pengawasan kualitas makanan agar tetap terjaga.
“Sinergi semua pihak sangat penting, baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat, agar MBG benar-benar membawa dampak positif bagi kualitas gizi masyarakat Bengkulu,” lanjutnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Bengkulu Edwar Samsi menambahkan bahwa MBG merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024.
Menurutnya, selain meningkatkan gizi anak, program ini turut berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.
“UMKM dan petani lokal dapat menjadi pemasok bahan pangan untuk dapur MBG. Ini berarti, program ini bukan hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa,” jelas Edwar.
Senada dengan itu, Anyelir Puspa Kemala dari Badan Gizi Nasional (BGN) menilai MBG menjadi langkah konkrit untuk menurunkan angka stunting di Provinsi Bengkulu.
“Kita ingin memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar. Dengan keterlibatan sekolah, orang tua, dan UMKM lokal, kita bisa wujudkan Bengkulu yang sehat, cerdas, dan tangguh,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya asupan gizi seimbang serta berperan aktif mendukung keberlangsungan program MBG. Tujuannya jelas yakni menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
















