SELUMA, BEKENTV – Misteri kasus pencurian yang menyasar kediaman seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat DPRD (Setwan) Seluma mulai menemui titik terang. Aparat kepolisian berhasil mengamankan sidik jari yang diduga kuat milik pelaku saat menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan melalui Kapolsek Seluma Timur, Iptu Erwin Sinaga menjelaskan bahwa temuan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif dengan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Seluma.
“Dari hasil olah TKP, kami berhasil menemukan sidik jari yang diduga milik pelaku. Saat ini masih dalam proses pendalaman untuk mengungkap identitasnya,” ujar Iptu Erwin.
Selain mengandalkan bukti ilmiah, penyidik berencana memanggil pemilik kontrakan beserta anaknya untuk dimintai klarifikasi guna mempersempit ruang gerak terduga pelaku.
“Pelapor sudah kita mintai keterangan, dan saksi-saksi lainnya juga akan segera diperiksa,” tambahnya.
Dalam olah TKP tersebut, polisi juga menyita material GRC di samping rumah yang diduga menjadi jalur masuk pelaku. Sebagai informasi, aksi pencurian ini menimpa Aziz (25), seorang PNS yang bertugas di Setwan Seluma. Pelaku diduga beraksi saat korban tengah mudik ke Kabupaten Kepahiang.
Modus yang digunakan tergolong rapi, pelaku masuk dengan menjebol dinding GRC dari kontrakan sebelah yang sedang kosong. Kejadian ini baru disadari korban saat kembali ke rumah kontrakannya di Dusun Mandi Angin, Kelurahan Napal, pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban awalnya curiga karena pintu depan sulit dibuka lantaran terganjal meja dari dalam. Setelah diperiksa, dinding samping rumah ternyata sudah jebol dan kondisi kamar berantakan. Uang tunai sebesar Rp10 juta yang disimpan di dalam lemari raib digasak, sementara barang berharga lain seperti laptop dan gelang emas seberat 5 gram justru tidak disentuh.
Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa pelaku adalah orang yang sudah mengenal kondisi rumah dan mengetahui lokasi penyimpanan uang. Rencananya, uang tersebut akan digunakan korban untuk membayar uang muka pindah kontrakan serta angsuran bank.
Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pengejaran. Dengan adanya temuan sidik jari di lokasi, penyidik optimis identitas pelaku dapat segera terungkap dalam waktu dekat.
















