BENGKULU, BEKENTV – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan mulai melakukan pembenahan serius terhadap Pasar Rakyat Kedurang yang dinilai belum berfungsi optimal.
Kondisi pasar yang sepi aktivitas di bagian dalam menjadi sorotan, lantaran banyak pedagang memilih berjualan di luar area bangunan.
Kepala Dinas Perdagangan Bengkulu Selatan, Dwi Prian Dona, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan survei langsung ke lapangan untuk mencari tahu penyebab utama permasalahan tersebut.
“Hasil survei dan uji petik menunjukkan pedagang merasa tidak nyaman karena desain lapak yang terlalu tinggi,” jelas Dwi.
Selain itu, kondisi ruangan di dalam pasar yang sempit dan minim sirkulasi udara membuat suasana terasa pengap.
Faktor ini semakin membuat pedagang enggan menempati lapak di dalam dan memilih berjualan di luar, bahkan hingga ke badan jalan.
Dwi menjelaskan, desain pasar yang ada saat ini mengacu pada prototipe dari kementerian, sehingga belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Meski ada usulan dari pedagang untuk menghilangkan lapak, pemerintah tidak bisa serta-merta melakukannya.
“Kalau langsung dihilangkan, itu bisa dianggap merusak aset. Jadi harus melalui proses administrasi terlebih dahulu,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, Dinas Perdagangan akan mengajukan proses penghapusan aset dengan melibatkan Badan Keuangan Daerah. Proses ini akan dilengkapi dengan dokumen pendukung seperti berita acara serta persetujuan dari masyarakat.
Setelah tahapan administratif rampung, penataan ulang akan dilakukan bersama tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pemerintah juga berencana merelokasi pedagang yang selama ini berjualan di luar agar kembali masuk ke dalam area pasar.
“Target kami, setelah penataan selesai, semua pedagang bisa beraktivitas di dalam sehingga pasar lebih tertib dan ramai,” ujar Dwi.
Rencana pembenahan meliputi penyesuaian desain lapak agar lebih rendah dan nyaman, peningkatan sirkulasi udara, serta penataan zonasi berdasarkan jenis dagangan. Untuk memastikan keadilan, pembagian lapak nantinya akan dilakukan melalui sistem undian atau kupon.
“Kita ingin semua pedagang punya kesempatan yang sama, jadi pembagian lapak tidak ditentukan sepihak,” tambahnya.
Tak hanya itu, fasilitas penunjang seperti ruko dan toilet yang saat ini dalam kondisi kurang layak juga akan diperbaiki.
Dengan langkah penataan menyeluruh ini, Pemkab Bengkulu Selatan berharap Pasar Rakyat Kedurang bisa kembali hidup dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Harapan kami, setelah dibenahi, pasar ini menjadi lebih nyaman, tertib, dan kembali diminati masyarakat untuk berbelanja,” tutup Dwi.
















